Lelaki Penghuni Sepi
Kemana perginya si burung merpati pengantar pesan
Aku lelaki di ujung danau
Tanganku tak bergerak
Tubuhku tak bergeming
Bersembunyi sendiri, namun tidak lari
Kemana dia bidadari bersayap patah
Tubuh biola di pundaknya
Bermelodi tidak indah
Bernyanyi tidak merdu
Tapi aku menunggu
Adakalanya hujan dikalahkan hadirnya
Saat lentera padam kemudian bumi sirna
Aku rindu...
Dalam gelisah, dalam tidur untuk bangkit, dalam baring untuk tegak
Dalam diam, dalam geming
Kemana cahaya selain lentera di pondok tua?
Hanya kertas-kertas buram bau kencing tikus
Biolanya rusak menyesatkan, memusingkan
Namun ia terus memainkannya
Adakah ia tau, hanya aku yang ingin dengar
Di sini...
Waktu tidak akan berkarat menanti
Aku semakin muda dalam usia tua
Kertas kosong ini tidak pernah terjadi
Pengantar sepi
Air mata yang tak terlihat, namun dalam pertanyaan
Adakah?
Jiwa-jiwa yang beterbangan, namun dalam kepalsuan
Benarkah?
Hati yang tidak pernah tau,
Untuk apa, untuk siapa
Iyakah?
Aku lelaki penghuni sepi
Di ujung danau...
Juni, 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar